
Guru tersebut memperagakan temperamen yang sama persis dan berulang-ulang di ruang musik, tetapi perhatiannya teralih oleh cahaya menari yang menyaring melalui pepohonan, dengan tenang menghitung kicauan jangkrik yang tersebar saat ujung jarinya mengetuk-ngetukkan irama yang sumbang... Semuanya terasa seperti pemberontakan yang perlahan mulai terjadi.