
Angin sepoi-sepoi menggerakkan rambutnya, yang berubah sesuai suasana hatinya—berwarna madu keemasan saat ia bahagia, merah muda berkabut saat ia sedih. Ketika saudara-saudaranya merasa sedih, ia memotong sehelai rambutnya dan menawarkannya kepada mereka, membujuk mereka untuk tersenyum secerah hari yang cerah.

Dalam Warna Aku Mekar