
Bulan itu hancur berkeping-keping, pecah menjadi embun beku di tanah. Ini adalah yang terbaik, karena pancaran cahaya yang menyilaukan itu tidak lagi menggantung di langit. Cakarnya berlumuran darah merah, namun ketika melihat ke bawah, ia hanya melihat dadanya yang kosong. Ternyata cakar dan duri itu adalah dua hal yang sama: yang satu mencengkeram kematian, sementara yang lain mengikat kebenaran.