
Ketika tidak ada pilihan, tidak ada perpecahan. Tetapi ketika empat rasa muncul dengan kontras yang mencolok, para Shroomling mulai terpisah—kadang-kadang disatukan oleh kesamaan selera, kadang-kadang berselisih karena perbedaan preferensi. Mengesampingkan kenakalannya, penyihir itu mulai mempertanyakan makna dari tindakannya sendiri.