
Dahulu, pikiran melayang pada lagu-lagu yang melayang, meluncur melintasi serpihan senja keemasan menuju padang rumput di tepi Danau Silken. Ombaknya yang lembut beriak lembut, sementara mata-mata muda pernah menyaksikan para penonton di bawah pepohonan rindang melebur dalam tawa dan mimpi-mimpi penuh kegembiraan.