
Kata-kata itu menghantam telinga gadis itu seperti kelinci madu yang melompat langsung ke batu. Ia mulai bertanya-tanya—lalu apa itu keindahan? Biskuit-biskuit ceria itu tidak menjawab. Cangkir teh yang sedih itu tidak berkata apa-apa. Bahkan langit yang mengantuk pun tidak memberikan respons.