
Batu giok itu memiliki sembilan corak warna, berdiri sendiri dalam kebesarannya. Ia membawa angin murni zaman kuno, menghirup napas tenang dari alam yang jauh. Namun di dalam langit dan bumi, asap manusia dan aroma duniawi meresap. Di ranah tanpa batas ini, emosi kompleks pertama kali ditemui. Roh yang baru lahir, jernih seperti danau cermin, mencerminkan sukacita dan kesedihan dunia manusia yang tak terhitung jumlahnya.