
Daun yang tak pernah layu menempel lembut di lehernya, seperti sentuhan air yang paling lembut. Kalung itu memanggul rasa terima kasih paling tulus dari para penduduk desa—setiap guratan urat nadi daunnya mengembang dan menggulung, memuat doa-doa akan kelimpahan yang tak henti dipanjatkan.