
Kalung tua itu telah lenyap entah ke mana di tengah hutan yang sunyi. Seekor burung tiba-tiba mematuk pelan ujung jari gadis itu, lalu membentangkan sayapnya ke kedalaman berkabut, kembali dengan sulur hijau yang lembut. Menggunakan daun-daun muda sebagai liontin dan embun pagi sebagai manik-manik, ia menempatkan warna hijau cerah pada gadis itu.