
Mereka pernah menyusuri jalan-jalan berbatu, menyeruput teh di bawah bambu, bertukar lukisan dengan puisi bersalju. Sebelum menempuh perjalanan jauh, mereka berdiri di tengah hujan untuk mengucapkan selamat tinggal, tawa dan janji terukir di sebuah gulungan, bersumpah untuk bertemu kembali di musim berikutnya.