
Sang petualang tiba-tiba tersadar, air mata mengalir di wajahnya. Ia bergegas ke kamar, namun kebahagiaan masa lalu tak kembali. Kehilangan adalah siksaan yang kejam, bukti keadilan dan tanpa ampun para dewa. Terpisah dari istrinya oleh hidup dan sudah ditakdirkan, bahkan dalam mimpinya sekalipun.