
Para pencuri itu dengan cermat merancang tipu daya mereka. Busur perak yang dipegang erat di telapak tangannya seharusnya berubah menjadi bulu halus, dan omelan dingin di tenggorokannya seharusnya melebur menjadi nyanyian merdu. Baik wanita maupun permata itu seharusnya hanya bertengger di telapak tangan mereka, hanya menyanyikan himne yang mereka sukai.