
Waktu berputar dan nasib berubah. Angin sepoi-sepoi menyapu kabut yang masih tersisa, meninggalkan langit malam yang jernih seperti kaca. Di sepanjang jalan timur kota, lentera menyala dan warna-warna menyebar luas—itu adalah hari pembukaan tokonya. Gadis itu kini berdiri sebagai pemiliknya, senyumnya cerah, matanya sehangat seperti biasanya.