
Mabuk oleh kebahagiaan karena dicintai, gadis itu menawarkan kue-kue yang sama hari demi hari. Takut bahwa perubahan sekecil apa pun akan merusak kesempurnaan, takut bahwa percikan hal baru akan menghancurkan mimpi itu, pengabdiannya terpendam, semakin tenggelam dalam cita rasa yang sudah dikenal.

Dalam Warna Aku Mekar