
Di istana, tempat batu berkilau bertemu halaman-halaman yang bermekaran, ia membungkuk kepada rajanya saat semua orang mengucapkan nama barunya. Sesaat ia hampir melunak, lalu bilah pedang dingin di kulitnya mengingatkannya pada apa yang harus dilakukan: menusukkannya langsung ke jantung sang penguasa.

Jalan Yang Dipilih