
Aku malu mengakui bahwa aku turut merasakan penderitaan mereka; justru akulah yang seharusnya dihantui oleh malam-malam tanpa tidur. Mereka tidak bersalah, namun mereka telah dirampas dari segala milik mereka. Aku akan terus menatap mereka tanpa berkedip, sampai setiap jiwa yang terbelenggu terbebas.