
Ia meletakkan mahkota bunga bundar berwarna emas di kepalanya. Anak-anak kecil bertepuk tangan dengan senyum cerah, menandai keberhasilannya melewati ujian kemerdekaan. Di depan terbentang hari-hari baru, seperti buah yang matang dan manis—hangat dengan aroma, menunggu gigitan pertama.

Puisi-puisi yang Tak Layu