
Tawa pelan menghentikannya: "Jika mimpi lebih lembut daripada kenyataan, lalu mengapa harus menghadapi kekejaman kenyataan? Desa-desa dalam mimpi terbangun di bawah sinar matahari; kehidupan tumbuh di bawah induk burung; ladang gandum selalu menanti perayaan panen..."