
Tiba-tiba, pintu bergetar pelan, mungkin tamu dari mimpi. Ia mendongak, bingung, melihat seorang teman lama mendorong pintu hingga terbuka, kelopak bunga berjatuhan bagai hujan di sekelilingnya. Sebelum ia sempat bertanya mengapa ia menghilang tanpa sepatah kata pun, teman itu berbalik dan pergi, hanya meninggalkan sebuah jepit rambut di jalan setapak.