
Seniman itu menepuk dahi kelinci penipu yang cemas. "Jika kita sejiwa, lalu apa gunanya kesulitan?" Ia tertawa, menunjuk botol kecil di lengan bajunya: "Hanya dengan menjelajahi pegunungan yang terlukis, aku bisa mengumpulkan warna-warna yang layak untuk masa muda ini. Aromanya bagaikan riak musim semi di kolam; aroma dinginnya berlapis-lapis, memerangkap jiwa-jiwa bunga dalam giok."