
Bayangan dedaunan menyapu bulu mata gadis itu, seolah takdir sendiri yang mencoba menutupi matanya, namun gagal meredupkan cahaya jiwanya. Siput itu menghampiri gadis itu dan menyentuhnya dengan lembut. Gadis itu tersenyum dan berkata, "Aku juga merindukanmu, Whirls."