
Mereka sudah lama terbiasa dengan ketiadaan kehangatan satu sama lain. Hanya kerinduan yang sesekali datang, bagai tamu tak diundang: "Saudaraku tersayang, terkadang aku berharap bisa kembali ke masa kanak-kanak dan, di bawah atap, menghitung bersamamu berapa banyak air mata yang telah ditangisi bulan."