
Sesekali ia mengibaskan tanduknya dengan desahan rendah yang puas. Ia mengetuk rebana dengan lembut menggunakan ujung jarinya sebagai balasan, yang dijawab dengan beberapa dentingan jernih yang penuh rasa ingin tahu. Tidak ada kata-kata yang dibutuhkan; rebana itu seolah memahaminya sepenuhnya. Seolah-olah jiwa mereka saling mencerminkan satu sama lain.