
Sang penari tak mengenal takdir. Yang ia inginkan hanyalah membebaskan gadis itu dari duka yang tak berujung dan menyembuhkan luka-lukanya. Gadis itu menggelengkan kepala sambil mendesah. Ia sudah menerima cukup gairah dan kehangatan dalam hidupnya yang singkat dan menyakitkan. Mungkin ia tak seharusnya meminta lebih.

Kemegahan yang Hancur