
Sang ratu menyambut surat-surat dari saudara-saudaranya dengan senyum lembut, dan di saat-saat bencana, ia secara pribadi menghibur para pengungsi yang terlantar. Mungkinkah Philomia, penguasanya, benar-benar begitu kejam hingga menghancurkan bahkan tempat peristirahatan semut?

Jalan Yang Dipilih