
Atau mungkin, seperti semua makhluk di Linlang, seseorang memilih tempat untuk membangun kota, mengumpulkan jiwa-jiwa yang sejiwa. Masing-masing menunjukkan bakat mereka, melayani keluarga dan bangsa; masing-masing memenuhi peran mereka, berbagi kebahagiaan yang tenang. Di sana, kehidupan berdenyut seperti musim semi, hangat seperti mabuk; mungkinkah ini juga merupakan bentuk harmoni lain di dunia?