
Keahliannya berkembang setiap hari, dan namanya segera mencuat. Setiap kali dia melangkah ke panggung, percikan air di lengan bajunya mengaduk udara, nyanyiannya mengejutkan seluruh aula. Tak lama kemudian, dia menjadi penari utama dalam kelompok tersebut, diakui oleh semua orang. Setiap kali dia melihat pendatang baru kesulitan dalam gerakan atau kehilangan nada, dia mengingat kecanggungan awalnya sendiri dan mengajari mereka dengan murah hati, seperti hujan musim semi yang memelihara pertumbuhan baru.