
Ambang batas ini tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, atau diajarkan. Hanya ketika sang pemain perlahan-lahan mencurahkan kesedihan dan kegembiraannya sendiri, kehangatan hidupnya yang nyata, ke dalam peran tersebut barulah peran itu dapat terlahir kembali. Meskipun sesuatu bergejolak di dalam dirinya, makna sebenarnya masih terasa seperti bunga yang terlihat melalui kabut: dirasakan, namun di luar jangkauan kata-katanya.