
Yin Yuan Tua larut dalam kabut, dan bahkan wajah-wajah yang familiar kini tampak seperti orang asing yang berpapasan di jalan. Tinta tebal meresap ke matanya, lalu kembali jernih. Kilaunya kembali, namun kedalamannya masih dipenuhi rasa sakit yang tak terucapkan.

Ikatan Tenunan Tinta