
Abu menjelma menjadi akar, dan air mata menyuburkan tanah yang dulu tandus. Tulang belulang tak lagi merintih, tanah hangus tak lagi menangis. Sinar mentari pun mengalir lembut menyusuri setiap helaian rambut, membisikkan pada mereka yang tak pernah kembali—Wilayah yang dulu terkunci dalam badai salju, kini penuh dengan kelimpahan.