
Sang Cadenceborn melantunkan sebuah puisi dengan lembut, mengenang kenangan yang membekas di hatinya. Tahun-tahun yang bagaikan mimpi dalam perjalanan panjang, ketika ia pernah bernyanyi tentang persahabatan, dan waktu mengalir dengan lembut, seolah-olah kebahagiaan itu akan abadi.