
Perahu anggrek meluncur di tempat dayung osmanthus membelah tabir kabut, menembus kabut yang mengembang dan mendesah tanpa henti. Setengah tenggelam dalam anggur yang diterangi cahaya bulan, sang pengamat melihat dua dunia sejajar—wajah-wajah teratai, hati yang kini terjalin, tempat ombak giok memberi jalan kepada langit yang terkoyak awan dalam air yang ilahi.

Ikatan Tenunan Tinta