
Setelah tirai diturunkan, ia melanjutkan pertunjukannya sendirian di jalanan yang sepi, cahaya bulan sebagai panggungnya dan bintang-bintang sebagai pendampingnya, berputar-putar tanpa henti. Pada saat itu, ia menyadari bahwa cinta ini milik jiwanya. Ia membungkuk kepada dunia, baik sebagai penutup pertunjukan maupun sebagai awal yang baru.