
Setelah melakukan perjalanan melalui kota dan desa yang tak terhitung jumlahnya, kedua penjaga hutan itu masih memegang tanah bersalju itu di hati mereka, di mana embun beku terhampar tebal dan angin dingin berbisik. Bahkan di bawah tanah beku, buah-buahan hangat bisa tumbuh, diam-diam menunggu melalui angin dan salju.