
Sang perajin membentangkan sketsa-sketsa itu, kuasnya melayang di antara catatan-catatan yang saling bertentangan—tinta yang kaya, lalu kering, hingga akhirnya habis. Setelah studi yang mendalam, bentuk yang sebenarnya tetap sulit dipahami. Lebih buruk lagi, draf-draf itu tetap belum selesai, visinya tidak jelas, bahkan goresan-goresan paling sederhana pun terperangkap dalam keraguan.

Kemegahan Tersingkap