
Kehidupan Sang Laba-laba Penenun berakhir dengan tenang di jaringnya yang halus, namun perasaan yang tak terpenuhi kembali bergejolak di hatinya, menggubah sebuah pendahuluan baru. Gaunnya berputar seperti bulan purnama, menari dengan anggun—bukan untuk panggung, tetapi karena ia telah menemukan rumahnya.

Mimpi yang Dicium Putih