
Terpikat oleh takdir menuju sebuah desa yang jauh, sepatunya basah oleh embun pagi saat ia berangkat. Ia menyeberangi gunung dan sungai, perjalanannya terasa panjang sekaligus cepat berlalu—seolah-olah ia telah melangkah melewati embun kemarin dan kembali hari ini.