
Ia melangkah di bawah sinar bulan, seluruh tubuhnya memancarkan cahaya sembilan kali lipat. Kehadirannya menjulang tinggi, seperti gunung yang baru lahir; matanya jernih, seperti cermin kuno yang menembus dunia bawah. Tanduknya memancarkan kecemerlangan bintang, kehadirannya yang suci berdiri terpisah dari dunia. Di tempat cahayanya bersinar, itu seperti angin musim semi yang mencairkan salju, menghilangkan kebingungan para Chromaface.