
Meja kerja itu bagaikan pulau terpencil di malam hari, cahaya lilin menerangi benda-benda yang berserakan di atasnya. Lonceng perak berbisik tentang masa depan di telinganya yang hilang. Ia mendongak, ingin pergi, ingin mengejar, namun pikirannya lenyap di antara awan dan embun.