
Bakatnya, yang dulunya merupakan anugerah, kini telah menjadi belenggunya. Pujian masa kecil telah lama memudar, hanya menyisakan kelelahan di mata para penonton. Karena itu, dia tidak pernah lagi melepas pakaian tariannya, masih menggenggam satu-satunya potongan kayu apung miliknya.