
Sang Laba-laba Penenun tahu bahwa ia merayap menuju akhir hidupnya, namun ia tak pernah berhenti menenun jaring sederhananya untuk kehidupan biasa. Jadi mengapa ia tidak menari hanya untuk gema di dalam hatinya sendiri, membiarkan setiap gerakannya selaras dengan irama pertama kehidupan?