
Bintang senja tak lagi mencatat riwayat pertempurannya melawan keputusasaan, angin pun berhenti menceritakan jauhnya langkah yang telah ia tempuh. Dalam perjalanan seribu tahun, ia meratap bersama tanah gersang, lalu menghapus air matanya dan sekali lagi, membuat janji baru pada langit yang luas.