
Di ujung jalan, cahaya bulan yang sunyi beriak seperti air di permukaan cermin. Batu Penghakiman, yang tergantung tinggi di atas kepala, melayang perlahan ke bawah. Senyum-senyum yang familiar hancur, tak lagi mampu menyimpan secercah kehangatan pun. Ramalan seperti itu memiliki nama lain—"selamat tinggal."