
Saat itu, ia masih terasa asing, bulunya belum sepenuhnya putih. Ia senang mengejar angin, dan sama senangnya duduk tenang termenung. Ketika rebana berbunyi, ia akan mengikuti suara itu, menggerogoti buah-buahan bulat di tanah, satu gigitan demi satu gigitan.

Puisi-puisi yang Tak Layu