
Suatu ketika, seorang pendengar tua—buta seperti sumur yang kering—merindukan untuk menyentuh jejak pelangi di dunia tanpa cahaya. Terpikat oleh suaranya yang jernih, pendengar itu datang ke konsernya, dan dia pun menyadari kehadiran istimewa itu dalam kegelapan.

Dalam Warna Aku Mekar