
Tidak ada panggung, tidak ada idola—hanya piringan hitam yang berputar dan pengeras suara yang menggelegar. Namun api berpindah dari satu tatapan ke tatapan lainnya. Orang-orang bertemu dalam keheningan, kata-kata lenyap, sementara bara api yang tenang berderak di udara.

Dalam Warna Aku Mekar