
Ia menari di tengah kabut pagi, mempersembahkan gerakan terakhir bagi jiwa-jiwa yang telah lama tertidur. Setiap penyesalan atas jalinan yang belum selesai, setiap air mata yang ditumpahkan karena menyadari kerapuhan diri sendiri, mengalir melalui ujung kakinya dan berkumpul menjadi gerakan tarian yang paling berat dan paling gemilang.