
Sebagian belajar menjajakan barang dagangan, mengubah tangisan menjadi ucapan manusia; sebagian lainnya meniru wanita bangsawan, merapikan lengan baju dan berjalan pelan. Terkadang, sang penyembuh memanggul tasnya dan berjalan di lorong-lorong, menyembuhkan dunia satu luka demi satu luka. Langkahnya tergesa-gesa, jubah biru kehijauannya menghitam karena hujan; hatinya teguh, tangan pucatnya mengangkat yang terluka. Ia berangkat bersama kabut pagi dan kembali di bawah bintang-bintang.