
Dalam keheningan, Ia menundukkan kepala, pikirannya gelap seperti tinta kering. Banyak sahabat yang merasakan sakit akibat korosi yang mengukir hati. Bisikan-bisikan terisak dan pecah, gema mereka memenuhi istana yang kosong. Dendam membuncah seperti duri, api karma membakar hati, dan mengikat tulang-tulang giok, penderitaan yang ditanggung tanpa kekuatan untuk melawan.