
Batu itu bertahan dalam kegelapan, tanpa pikiran atau perasaan. Waktu membentang tanpa akhir. Kegembiraan saat pertama kali terbangun perlahan memudar; teriknya sinar matahari tak terasa, kelembutan cahaya bulan tak dikenali. Hanya kesunyian waktu yang bertahan. Dia mendengar ribuan penderitaan yang dibisikkan, namun tak dapat menjangkaunya; mempertanyakan langit dan bumi tentang alasan kelahiran, namun tak menemukan jawaban. Rasa sakit yang tak terhitung jumlahnya membakar di dalam, dan kesepian terasa sepenuhnya.

Jejak Chroma